Belajar Dari Musibah Situ Gintung

Menjelang tahun baru 2009, pernah iseng-iseng diriku membuat ramalan tahun 2009. Dan tak disangka-sangka menjadi yang paling banyak dibaca di blog ini. Salah satu ramalan itu adalah, akan ada bencana alam besar dengan memakan korban jiwa. Sepertinya ramalan ini memang sama tiap tahun di Indonesia. Selain karena hampir seluruh kawasan di Indonesia rawan gempa bumi Indonesia juga banyak terdapat gunung berapi aktif yang sewaktu-waktu bisa meletus. Selain bencana alam yang memang tidak bisa dihindari, seperti gempa, gunung meletus, dan angin puyuh, banyak juga bencana alam di Indonesia ini sebenarnya akibat ulah dari manusia.

Contoh tergres adalah tragedi Situ Gintung, Tangerang, jumat 27 Maret 2009, yang lalu. Hingga ditulis ini, korban tewas telah mencapai 100 orang, dan 100 an lagi masih hilang. Memang setiap tahun banjir selalu datang di Ibu Kota dan ini membuat kita boleh merasa malu. Hingga di penghujung musim hujan, sepertinya banjir besar tidak lagi menimpa Jakarta tahun ini. Hingga di pagi buta itu, air bah bahkan ada yang menyebut Tsunami kecil, meluluh lantakan perkampungan hingga perumahan elit di dekat Situ Gintung.

Tragedi kali ini seharusnya bisa dihindari seperti banyak kejadian tanah longsor atau banjir selama ini. Mulai dari pengawasan, analisa dampak lingkungan, hingga menyelewengan ijin mendirikan bangunan adalah beberapa dari banyak lagi masalah klasik dari tindakan aparat berwenang kita. Yang bila dilakukan dengan baik dan serius, bencana yang berakibat banyaknya korban dapat dihindari.

Pernah pada saat bencana longsor dan banjir bandang besar di Jember, pihak berwenang bisa mengatakan ini bencana alam, bukan karena penggundulan hutan. Padahal aku adalah saksi mata, bagaimana hutan di sana habis dengan cepat, seperti di tulisanku “Bencana Alam Ketika Musim Hujan“.

Sudah saatnya, aparat pemerintahan di manapun, bisa belajar dari tragedi Situ Gintung ini. Melakukan pengawasan dengan lebih serius, bukan hanya sambil lalu demi hanya sekedar memenuhi tugas. Juga melakukan analisa secara mendalam, apa yang terjadi jika sesuatu paling buruk terjadi. Sehingga peringatan dapat tepat tersampaikan kepada semua yang terancam jiwanya. Mulai menanggapi secara proporsional pengaduan dari masyarakat.

Sekali lagi, ini bukan menyalahkan aparat pemerintahan, namun mereka digaji oleh rakyat harusnya menjadi pelayan rakyat. Bukan jalan-jalan pada jam kerja, bukan ngobrol dan nggosip di kantor, disaat masih banyak yang perlu dilakukan di daerahnya. Jangan ada lagi korban hanya karena kelalaian.

* Turut bela sungkawa pada seluruh korban Situ Gintung, semoga arwah yang meninggal diterima disisi Nya, dan bagi yang ditinggalkan diberi kekuatan dalam menghadapi musibah ini. *

Share and Enjoy: These icons link to social bookmarking sites where readers can share and discover new web pages.
  • Digg
  • Sphinn
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Mixx
  • Google

Baca Juga

15 Responses to “Belajar Dari Musibah Situ Gintung”

  1. yach beginilah negeri ini, jika sudah terjadi saja baru mau angkat bicara dan menanggapi

    Henrikus TY Dewanto, SKom Reply:

    @dafhy, pengawasan justru diabaikan mas, malah di berita kmrn anggaran untuk situ ini 1,3 M kalo ga salah..

  2. saya juga turut berduka cita atas musibah yang menimpa

    Henrikus TY Dewanto, SKom Reply:

    @yudi, iya mas, semoga ga ada kejadian gini lg..

  3. belajar ya belajar…..
    tapi korbanya itu lho

    Henrikus TY Dewanto, SKom Reply:

    @suwung, belajar agar kejadian serupa tdk terjadi di tempat lain P Suwung..

  4. pejabat jaman skrg asal ada musibah selalu aja menyalahkan alam :(

    Henrikus TY Dewanto, SKom Reply:

    @toim, benar mas Toim, padahal kadang ulah manusia jg yg tdk bersahabat dg alam..:(

  5. entah musibah ke berapa situ gintung ini, mas dewanto. saya kok jadi heran. di mana saja sih para petugas BMG, apa ndak ada upaya cegah dini utk mengajak masyarakat setempat berada dalam keadaan siaga bencana. duh, mudah2an ndak akan terulang lagi deh!

    Henrikus TY Dewanto, SKom Reply:

    @sawali tuhusetya, benar Pak Sawali, sebenarnya apa aja sih kerjaan aparat terkait itu? Tdk sadarkan mereka kalau rakyatlah yang menggaji mereka?

  6. jangan sampe jadi keledai yang bisa jatuh pada tempat yang sama…
    ceilah

    Henrikus TY Dewanto, SKom Reply:

    @galih, ato memang aparat kita kita memang bermental keledai? :)

  7. menurutku musibah ini murni kelalaian manusia. Tentang keretakan situ Gintung sebenarnya sudah dilaporkan ke sana sini, tapi tidak ada tindakan… kalau sudah terjadi semuanya saling lempar kesalahan. Dasar pejabat Indonesia !

    Henrikus TY Dewanto, SKom Reply:

    @irul, seperti nya memang begitu, dan sekarang memang lg dilakukan penyelidikan oleh pihak kepolisian.

  8. [...] perbedaan yang sangat nyata terlihat. Ketika musibah situ gintung 27 Maret 2009 dengan musibah kali ini. Waktu itu para partai berlomba-lomba membuat posko. Tidak [...]

Leave a Reply