Bencana Alam Ketika Musim Hujan

Di awal kedatangannya, musim hujan di Indonesia sering kali dibarengi dengan benyaknya bencana alam. Banjir bandang, tanah longsor yang sering kali memakan korban jiwa. Sawah yang sudah akan dipanen kadangkala juga habis karena terendam banjir. Seringkali para pejabat yang berwenang berkilah, ini adalah karena murni bencana alam. Benarkah demikian?

Dulu ketika masih kuliah, terutama di tahun-tahun terakhir, kira-kira 1997-2000, mendaki gunung merupakan salah kegiatan favorit. Salah satu gunung yang didaki adalah gunung Argopuro di perbatasan Probolinggo dan Sitobondo serta Jember, Jatim. Untuk mencapai puncak memilih naik dari Baderan, Besuki, sedangkan turun di Bremi, Probolinggo.

Ada dua perbedaan dalam dua kali pendakian yaitu tahun 1999 dan 2000. Setelah singgah di desa terakhir sebelum masuk hutan, jaraknya hanya 30 menit. Pada saat pendakian kedua, dalam waktu 1,5 jam, kami belum menemukan hutan! Yang ada kami melewati perkebunan jagung milik warga. Benar-benar hutan telah bergesar masuk sangat jauh. Entah bagaimana sekarang setelah jalan 8 tahun?

Ketika makin masuk ke dalam hutan, waktu itu kami masih menjumpai kawanan monyet, babi hutan, burung-burung dan ayam hutan. Bahkan dalam perjalanan dari Cikasur ke Cisentor, kami mendengar rauman 2 ekor harimau yang mengecutkan nyali. Sungguh pengalaman yang tak terlupakan. Entah bagaimana jika hutan di situ benar-benar musnah? Yang menyedihkan juga, di dalam hutan, banyak sekali pohon-pohon yang di tebang, padahal hanya untuk mengambil tumbuhan parasit yang menempel di pohon tersebut. Tumbuhan tersebut kemudian dijual untuk bahan jamu.

Itu adalah potret di salah satu kawasan, yang mungkin kurang lebih sama dengan hutan-hutan di Jawa pada umumnya. Dan pada tahun-tahun terakhir ini, banjir besar sering terjadi di Situ. Bahkan 3 tahun yang lalu banjir bandang besar terjadi di Jember. Juga di Situbondo dan Bondowoso. Dampak yang terjadi ini penyebabnya adalah dari manusia sendiri yang terbesar.

Untuk menjaga hutan, meski semakin sedikit ini, pemerintah ternyata masih sangat kesulitan. Mungkin yang perlu dilakukan adalah peran serta masyarakat di daerah pinggiran hutan, agar ikut menjaga hutan di sekitarnya. Baik dari penjarahan pihak luar ataupun dari lingkungan mereka sendiri. Memberikan alternatif penghasilan dengan berdampingan dengan alam, bukannya justru merusak alam, yang nantinya justru akan sangat merugikan dirinya.

Share and Enjoy: These icons link to social bookmarking sites where readers can share and discover new web pages.
  • Digg
  • Sphinn
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Mixx
  • Google

Baca Juga

4 Responses to “Bencana Alam Ketika Musim Hujan”

  1. bencana alam ketika musim hujan disebabkan kesalahan manusia sendiri…

  2. sudah banyak berita banjir dan tanah longsor
    apalagi akhir2 ini muncul fenomena angin puting beliung

  3. lha kalo ladang orang gunung ditanami eh dihutankan lagi bisa ngak ya?
    aspek aspeknya gimana?

  4. saya lebih sepakat kalau bencana semakin disebabkan oleh pemerintah bukan saja oleh manusia; disaster made by government; karena pemerintah terdiri dari manusia-manusia; please hold on toward better word.

Leave a Reply