Dampak Krisis Makin Terasa

Mau tidak mau, akhirnya dampak krisis dunia sampai juga ke kota Malang, khususnya tempat kerjaku. Di sini ekspor adalah tumpuan yang paling utama. Akibat makin melemahnya daya beli masyarakat internasional, akhirnya ekspor akhir 2008 dan awal 2009 merosot tajam. Sehingga terkait dengan kenaikan UMK 2009, pihak perusahaan bisa menaikkan gaji karyawan yang besarnya tidak sesuai dengan keinginan karyawan.

Setelah beberapa waktu bernegosiasi masih tidak menemui hasil, bahkan dengan melibatkan disnakertrans untuk mediasi, maka SPSI memutuskan untuk merencanakan mogok kerja selama tiga hari. Mogok kerja ini akan dilakukan mulai tanggal 30 Maret hingga 1 April 2009.

Perlu diketahui, dari informasi beberapa pihak, di perusahaan tempatku bekerja sebenarnya tanpa kenaikan gaji pun sudah di atas UMK regional Malang. Namun tiap tahun selalu dilakukan penyesuaian sesuai dengan prosentase kenaikan UMK regional. Sehingga ketika kenaikan tahun ini tidak sesuai dengan kenaikan UMK regional, maka pihak karyawan dalam hal ini SPSI tidak sepakat dengan perusahaan.

Hingga saat ini memang masih dilakukan negosiasi terus menerus antara perusahaan dan SPSI, agar bisa ditempuh cara lain. Karena mogok kerja, meski diatur oleh undang-undang, akan sangat merugikan dampaknya bagi perusahaan, dalam menyelesaikan order yang ada. Karena di tengah krisis ini, satu buyer kecewa, dampak nya sangat berarti.

Semoga semua dapat teratasi dengan sebaik-baiknya. Baik bagi karyawan maupun bagi perusahaan.

Share and Enjoy: These icons link to social bookmarking sites where readers can share and discover new web pages.
  • Digg
  • Sphinn
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Mixx
  • Google

Baca Juga

2 Responses to “Dampak Krisis Makin Terasa”

  1. [...] Plasa Omega Dot Com Blog pribadi Henrikus Dewanto, SKom « Dampak Krisis Makin Terasa [...]

  2. Mogok memang menjadi senjata ampuh karyawan , tapi kalau perusahaan tiba2 tutup mata + telinga ..bisa2 jadi senjata perusahaan untuk mengurangi karyawan ..karena melakukan tindakan indispliner

Leave a Reply