Diambang Krismon II?
Melihat acara di TV dua hari terakhir ini, khususnya di bidang ekonomi, sungguh mengkawatirkan. Bahkan kemarin BEI untuk pertama kalinya dalam sejarah, di suspen. Yang menjadi sebab adalah karena terus merosotnya index sampai menembus lebih dari 10%. Rupiah pun terus melemah terhadap USD. Pendapat para ekonom, yang buka dari kubu pemerintah, sangat keras menyalahkan pemerintah. Sedang pemerintah selalu bilang, ini masih aman dan ga perlu kuatir. Pasar sendiri sudah panik dari kemarin.
Apa efeknya ke aku sendiri? Sementara belum ada. Hanya di kantor, denger-denger kredit yang dalam mata uang asing, tidak bisa dicairkan. Bahkan kemungkinan yang rupiahpun terancam tidak bisa dicairkan. Nah kalau kredit tidak bisa cair, perusahaan juga kesulitan dalam melanjutkan aktifitasnya. Kesibukan luar biasa terlihat di bagian keuangan dan manjemen.
Nah kalau ini berlangsung terus, nanti mungkin bisa berimbas ke karyawan juga. Tapi semoga ini hanya sesaat. Kita pernah melewati krismon yang pertama, semoga semua bisa mengambil pelajaran dari krismon pertama tersebut dan mengambil langkah-langkah yang tepat agar krismon kedua tidak terjadi. Semoga juga para ahli ekonomi tidak hanya mementingkan dirinya sendiri tapi mau bersama-sama memberi solusi terbaik bagi bangsa.
















