Dinas Kependudukan Kabupaten Malang Tidak Profesional
Pengalaman mengurus KTP dan KK di Kabupaten Malang ini benar-benar menguras emosi. Ini terjadi ketika hraus membuat KTP baru karena aku pindah alamat baru. Sebagai warga negara yang baik, maka aku ikuti proses perpindahan. Mulai dari surat pindah, surat pengantar RT/RW alamat baru. Hingga ke balai desa. Baru setelah itu KTP dan KK di proses.
Kupikir dengan kecanggihan teknologi dan informasi saat ini, proses KK dan KTP selesai tidak memerlukan waktu yang lama. Terlebih di kota lain, semisal tetangga kota Malang yaitu Batu, proses hanya dalam hitungan hari. Entah kenapa sampai 3 minggu ternyata proses belum selesai. Mereka berkilah waktunya memang seperti itu.
Sampai ketika waktu telah menginjak 2 bulan, KK dan KTP ku sudah jadi. Benar-benar penantian yang sangat panjang. Namun ketika aku cek data-data yang tertera di dalamnya. Koq alamat yang tertera di sana beda sekali dengan form yang ku isi waktu pengajuan? Dan yang lebih parah, alamatnya ditulis tanpa nomor rumah. Fatal sekali, alamat lengkap di KTP itu sangat vital. Buka rekening saja di tolak, apalagi mengajukan kredit?
Setelah mengalami banyak kendala karena alamat tidak lengkap tersebut, maka kuputuskan untuk mengajukan revisi. Aparat desa mengatakan Dinas Kependudukan tidak akan mau disalahkan, mereka bilang ya namanya manusia bisa saja salah kalau lagi ngantuk dan sebagainya. Separah itukah SDM yang dimiliki aparatur pemerintahan? Brp jam sih sehari mereka bekerja? Seberapa berat load pekerjaannya? aku atau siapa saja yang kebetulan bekerja di perusahaan swasta, tentu akan tertawa mendengar alasan seperti itu.
Dan yang lebih konyol lagi, revisi itu kita harus membayar lagi seperti mengajukan baru! Padahal mereka yang salah. Ok bayar lagi tidak masalah asal beres. Tetapi masalah waktu selesainya? Bukan main, aku harus menunggu 1 bulan lagi.
Apa di daerah lain juga seperti itukah kinerja aparat negeri ini? Aku butuh sharenya. Ini tahun 2010, dimana teknologi informasi sudah sangat maju. Kalau seperti ini terus, saya yakin tahun 2020 saja bangsa ini tetap akan terpuruk.
Dirgahayu RI, bagaimanapun aku tetap mencintaimu…

















Betul sekali mas, rata – rata PNS memang sperti itu cara kerjanya
beda dengan swasta
di tempat kerja saya ada namanya produktivitas, contohnya dalam sebulan seorang BP menghandle min 850 aplikasi, klo kurang ya ga bakalan di tambah jumlahnya orangnya, klo dah lebih dari ketentuan baru di tambah orangnya
klo di PNS ada ga ya kaya gitu ?
jam kerja aja cuma sampe siang jam 12
hari jg cm sampe kamis, jumat cm senam pagi trus pulang
sabtu libur, yah semoga diwaktu mendatang, pola kerja PNS bisa berubah jauuuuuuuuuuuuuuuuuhhhh lebih baik
Amiien
emang pejabat sekarang semua lebih mementingkan isi sakunya dan isi perutnya.lht aja perutnya gendut2.