Hati-Hati Dengan Perasaan Merasa Beruntung
Tanggal 21 Juli 2010 malam, setelah jemput istri, kami berdua merasa sangat lapar. Karena harus selalu online, maka kami putuskan makan di cafe di dalam Giant, di Mall Olimpic Garden (MOG) Malang, salah satu mall di kota Malang, yang ada free hotspot. Singkat cerita setelah makan dan menyelesaikan tugas, kami pun turun. Ketika sampai di lantai 1, ternyata ada pameran tentang komputer induksi. Karena berhubungan dengan kompor listrik pada tulisan yang lalu maka akupun tertarik.
Ternyata kompor ini luar biasa, aman, tidak mengeluarkan panas, tapi air bisa matang dengan cepat. Penasaran saya tanya deh harganya. SPG tersebut mengeluarkan brosur da alangkah terkejutnya melihat harga yang sangat spektakuler tersebut. 10juta!
Kamipun tersenyum-senyum, iya kompor ini pasti aman dan bebas meledak seperti LPG. Tapi dompet kami yang meledak, seloroku. Ok deh kami pun siap untuk beranjak dari situ. Tapi SPG-SPG tesebur memberikan kupon undian, katanya sapa tahu dapat Microwave. Diberi undian siapakah yang mau menolak?
Sayapun dengan cepat membuka kupon itu yang ternyata, dapat voucher disc 30%! Wah 30% dari 10juta apalah artinya pikirku. Giliran punya istriku dibuka. Dengan setengah bercanda aku berteriak, itu pasti kompor. Dan… ternyata benar. Istriku beruntung mendapat kompor yang seharga 10jt itu. Setelah tanya ke boss mereka, katanya kami beruntung mendapat kompor tersebut. Tapi syaratnya harus memberikan testimoni dan difoto. 10jt hanya untuk itu?? Tentu saja mau!
Eh ternyata tidak berhenti di situ, ternyata ada syarat lain, kami harus beli salah satu produk yang ada di kategori A. Setelah melihat barangnya, oh God, paling mura 8jt! Dan hingga saat itu kami belum menyadari kami telah masuk perangkap setan. Kami telah diselimuti perasaan menjadi orang paling beruntung di dunia dengan mendapatkan barang seharga 10jt!
Tapi 8jt bukanlah uang yang sedikit. Melihat kami berniat mundur, maka mereka mengeluarkan jurus lain. Mereka menawar ke kategori B, panci serbaguna seharga 4,85jt! Wah ini masih patut diperhitungkan deh, apalagi mendapat tambahan bonus alat pijat 1jtan plus mutar roda keberuntungan. Yang mungkin dapat microwave.
Kami pun sepakat mau menggesek kartu kredit untuk 3 barang itu seharga 4,85jt. Setelah transaksi selesai, lagi-lagi SPG itu bilang, pak diam-diam aja ya, itu roda keberuntungannya saya putarkan dan dapat microwave! Bapak beruntung lagi, tapi harus beli kategori A lagi, tinggal nambah 2,5jt, untuk Vacum cleaner, tapi panci serbagunanya tetap bapak bawa pulang.
Kami berpandangan, nambah 2,5jt, dapat kompor 10jt, micorwave yang hampir 9jt, Panci hampir 5jt dan vacum cleaner seharga 9jt! Luar biasa bukan? Kami seperti dihipnotis. Kartu kreditkami pun terdebit lagi sebesar 2,5jt. Dan barang-barang itupun pindah tangan kepada kami. Kami tetap saja merasa menjadi orang paling beruntung. Apalagi melihat barang-barangnya begitu besar-besar.
Sampailah di rumah, dengan rasa sangat penasaran, kubuka google. Ketik AOWA dan enter. Halaman pertama saja sudah membikin jantung saya seperti copot. Penipuan AOWA sangat banyak sekali. Segera saja kututup agar istri tidak ikut membaca. Aku benar-benar tidak tega jika dia tahu yang sebenarnya terjadi pada diri kami malam itu.
Sungguh merasa beruntung itu sangat berbahaya, yang bisa membuat orang mudah sekali dipengaruhi dan diperalat. Selama ini sering sudah saya sangat berhati-hati dengan hal itu, tapi tetap saja jatuh. Entah bagaimana nasib barang-barang yang sudah terlanjur terbeli ini. Mudah-mudahan saja kualitasnya terjamin dan awet.
Saat ini AOWA masih pameran di MOG Malang hingga tanggal 12 Agustus. Jika anda ke sana berhati-hatilah.

















Wah, cara promosinya bener2 gak jujur tuh…
waa…yg kyk gitu kyknya udah banyak yg tau, kalau cara promosi yg kyk gitu bnyk unsur penipuannya..
mudah2an jadi pelajaran ya pak