Kalah Lagi Dari Singapura
Melihat perjuangan timnas PSSI melawan Singapura kemarin, sebenarnya tidak seharusnya kita kalah. Skil individu para pemain, kecepatan, peluang seharusnya kita lebih baik. Singapura hanya memiliki 3 peluang bagus menurut saya dan 2 menghasilkan gol. Jadi apa yang menyebabkan kita kalah lagi dari Singapura di Piala AFF?
Saya pribadi dibanding melihat liga dunia, pertandingan antar negara-negara kuat sepak bola, sebenarnya melihat timnas PSSI lebih bersemangat. Karena ada unsur emosi ketika melihat. Meski dari jaman Rony Patinassarani hingga sekarang, jarang menunjukkan prestasi yang menonjol.
Jadi kenapa dan apa yang salah?
Mulai dari pengurus PSSI, Klub, pemain hingga suporter harus berubah. Pengurus harusnya tidak lagi menjadikan sepak bola sebagai alat kepentingan sendiri. Sehingga salah kelola seperti sekarang ini.
Kompetisi yang padat banjir pemain asing, persaingan gengsi antar pemimpin daerah, gaji yang wah, ternyata tidak membuat timnas menjadi lebih bagus. Bahkan ketika dana APBD distop, banyak juga yang rontok. Ingat apa yang menimpa Persik Kediri dan beberapa lainnya.
Thailand pemainnya tidak sekaya pemain kita, tapi mereka konsisten membina tim dengan konsisten sehingga mereka tetap merajai Asia Tenggara. Kita tentu tidak harus mencontoh Singapura yang dengan cara pintas dengan memasukkan pemain asing. Tapi lihat pemain asli mereka yang masing muda-muda sudah bisa mematikan BP dan Budi.
Kita juga ternyata tidak berani memperbanyak bintang muda, karena memang di klup pemain muda tidak pernah turun. Karena klub yang tidak lagi peduli pemain muda karena tidak ingin resiko kalah. Sehingga hanya 2 orang saja pemain muda di timnas, M Roby dan Arif Suyono. Yang lain masing tetap pilar timnas ketika Piala Asia yang lalu.
Kualitas kita tidak kalah, malah skil dan speed kita lebih bagus. Hanya pengelolaan SDM sepak bola kita yang gagal mewujudkan timnas yang berkualitas.
Semoga menghadapi Thailand nanti kita tidak kalah sebelum bertanding, dan selalu fokus tidak lagi lengah sedetikpun serta menampilkan semangat juang yang tinggi. Bravo Timnas PSSI.

















Memang 2 X perjuangan Timnas benar2 ok banget..coz dewi ortune masih berpihak pada singapura..mudah2-han lawan selanjutnya bisa di lumat abis aja..khan adi seneng teryata timnas nggak malu2-in .
Gak gitu ngikutin sih kalo bola kecuali tennis.. kendati gitu aku juga suka sama bambang pamungkas, Arda Turkan si gelandang Turki, Herna J crespo, Chelsea striker
Iya nih Indonesia tadi malem kalah melawan singapura, mudah-mudahan nanti melawan Thailan Indonesia bisa menang
memang patut disayangkan, mas, tim kita harus menelan kekalahan 0-2 dari tim “naturalisasi” singapura. menguasai jelannya pertandingan didukung dg skill yang lumayan, ternyata belum bisa menjadi modal yang cukup utk memetik angka. singapura yang hanya sesekali menerapkan seranga balik, justru membuahkan hasil manis. pada semifinal nanti, mudahan bendol bisa mengevaluasi dan memperbaiki kinerja tim, hingg akhirnya bisa melenggang ke final. jika harus melawan singapura kembali di final, semoga kekalahan utk menjaid pemacu semangat utk menaklukkan para bule asia tenggara itu.
indonesia sekarang lawan s’pore aja sulit ya
selalu kalah dan kalah..
tapi bagaimanapun saya tetap menghargai team indonesia yang udah berusaha maksimal..
semoga dunia olahraga kita bisa bangkit
@Diah, @rita, @taktiku, @sawali, @yudi, @easy : Mari kita dukung bersama, semoga lawan Thailand bisa menang, kemenangan timnas sepertinya lebih melegakan bagi rakyat dibanding turunnya BBM (kali aja hehehe)