Pentingnya Hidup Sehat
Sore kemarin, pulang kantor aku langsung ke RSU dr Saiful Anwar Malang, untuk menjenguk suami teman kantor, Mbak Iip, yang lagi sakit. Menurut keterangan rekannya, dia terkena penyakit liver yang sudah parah. Kira-kira jam 5, kami berempat waktu itu, akhirnya tiba di ruangan tempatnya di rawat.
Badannya kurus, dengan selang infus trombosit tertancap. Dia sendiri di situ, karena sang istri terlebih dahulu harus mengurus kedua anaknya yang masih kecil-kecil sebelum balik nungguin suaminya di RS. Aku ga bisa ngebayangin gimana repotnya dia. Konsentrasinya harus terpecah antara suami di RS, anak2 di rumah dan kerjaan di kantor.
Setelah cerita-cerita, kami sempat memperoleh info, bagaimana bisa dia terkena penyakit ini. Singkat cerita, ketika dia masih bekerja sebagai karyawan swasta, dia setiap hari melakukan perjalanan Malang – Surabaya. Dan pasti ketika makan dalam kegiatannya tiap hari itu menunya selalu masakan Padang dan minum minuman energi yang sangat terkenal.
Memang sampai aku belum pernah mengetahui ada tidaknya penelitian efek minuman energi tersebut dengan kesehatan liver. Tapi paling tidak sejauh ini aku telah menemukan 2 orang yang memberikan kesaksian tentang ini. Memang mungkin juga efek itu timbul karena pola makan dan cara hidup yang bersangkutan selama ini, tetapi beberapa tahun lalu, aku sudah meninggalkan minum minuman berenergi ini. Karena kalau sudah sakit, kesehatan itu sangat mahal harganya.
Berikut ini sedikit tips bagi penderita mungkin berguna :
Tips Bagi penderita penyakit hati :
1. Diet seimbang, Jumlah kalori yang dibutuhkan sisesuaikan dengan tinggi badan, berat badan, dan aktivitas. pada keadaan tertentu diperlukan diet rendah kalori.
2. Banyak makan sayur dan buah serta melakukan aktivitas sesuai kemampuan untuk mencegah sembelit.
3. Menjalankan pola hidup yang teratur.
4. Konsultasi dengan dokter anda.
Tips mencegah Hepatitis
1. Senantiasa menjaga kebersihan diri dan lingkungan.
2. Menghindari penularan melalui makanan & minuman yang terkontaminasi,suntikan, tato, tusukan jarum yang terkontaminasi, kegiatan seksual, dll.
3. Bila perlu menggunakan jarum yang disposable/sekali pakai
4. Pemeriksaan darah donor terhadap hepatitis virus.
5. Program vaksinasi hepatitis B
















