Pernyataan Presiden Yang Tidak Bijak
Sungguh mengejutkan ketika hari ini, 17 Juli 2009, bom kembali mengguncang Indonesia. Tepat satu hari ketika hampir semua rakyat Indonesia menunggu sebuah peristiwa bersejarah, yaitu kedatangan tim Manchester United. Bom tersebut mengguncang dua hotel, JW Marriot dan Ritz Carlton, yang rencana digunakan untuk menginap rombongan tim besar tersebut. Kontan ini menyentak masyarakat Indonesia khususnya dan masyarakat dunia. Indonesia yang masih berjalan terseok-seok ini harus tersungkur lagi.
Namun yang akan disoroti di sini adalah pernyataan Presiden RI dalam menanggapi peristiwa ini. Dalam pernyataan beliau, secara terang-terangan mengungkapkan adanya ancaman pembunuhan terhadap dirinya. Dengan menunjukkan foto-foto orang yang sedang berlatih menembak. Dan secara tidak langsung menuding para saingannya dalam pilpres beberapa waktu yang lalu.
Jika memang intelejen tahu adanya upaya dan ancaman itu, kenapa tidak langsung diringkus dan diungkap siapa mereka. Bukan malah memanaskan situasi dengan melemparkan tuduhan ancaman kepada dirinya oleh calon lain. Ini bukannya meredakan tensi rakyat, malah rakyat akan jadi terjebak dalam tindakan saling tuduh.
Bagaimanapun Presiden yang sekarang hampir pasti akan menjadi pemenang, dengan suara meyakinkan. Tidak perlu lagi kiranya berstrategi seperti 2004, dengan seolah olah menjadi korban agar popularitas makin naik.
Kritik keras ini karena memang sepertinya pernyataan itu akan menjadi pemicu bom baru dalam perpolitikan bangsa ini. Semoga presiden bisa lebih arif dan bijak dalam memberikan pernyataan. Sehingga menjadikan rakyat makin tenang. Dan bukan malah menggiring ke arah perpecahan.
Turut berduka dan prihatin bagi para korban. Semoga para aparat dapat bekerja dengan maksimal agar tidak ada lagi orang dan kelompok yang mengacak-acak Indonesia.

















ouch… presiden kita sedang sedikit salah langkah
Henrikus TY Dewanto, SKom Reply:
July 21st, 2009 at 7:54 am
@easy, bener kan.. akhir nya perpolitikan Indonesia makin panas. Untung pasangan laen lbh bijak menanggapinya.
Betul sekali.
Presiden lagi hilang kontrol.
kemungkinan dipanas-panasin sama mentri yang datang melaporkan setelah survey ke TKP. Bukannya datang dengan fakta, eh malah datang dengan foto presiden yang ditembakin. Apa nggak emosi tuh presiden.
Henrikus TY Dewanto, SKom Reply:
July 21st, 2009 at 7:55 am
@annelies, betul, mungkin jg para pembantunya malu krn kecolongan shg cari kambing hitam dan memanas-manasi presiden. sayangnya presiden kita emosi juga..
aku mau bilang kalo aku bangga karna tidak memilihnya waktu itu..
dia naik malah runyem.
Henrikus TY Dewanto, SKom Reply:
July 21st, 2009 at 7:57 am
@phiy, gitu ya…:) no komen deh
lagi panic attack kali mas
Henrikus TY Dewanto, SKom Reply:
July 21st, 2009 at 7:58 am
@yudi, kalo presiden panik trs sapa yang menentramkan rakyat? justru rakyat makin panik melihat presidennya mengatakan kalau dia mau dibunuh.
Kalau di dunia trafik adalah tergeted visitor, di dunia politik ada tergeted terror. Be carefull pak SBY.
Henrikus TY Dewanto, SKom Reply:
July 21st, 2009 at 8:03 am
@munawar am, betul, presiden hrs siap menghadapi teror. makanya pengamanan RI 1 sangat ketat. jd di tengah kekalutan krn bom, apa pantas mengatakan ke rakyat “aku juga korban lho..” bukannya “maaf kita kecolongan lagi, rakyat jadi korban lagi. krn kerja team kami sedang lengah..”. jd lbh ada kesan presiden itu prihatin dengan keadaan bukan sibuk prihatin dengan popularitasnya.
saya ikut menyayangkan kalau benar pak sby membuat pernyataan semacam itu, bisa menimbulkan konflik internal seperti api dalam sekam. namun, di koran dan TV, para pengikutnya gencar membantahnya. bahkan akan memperkarakan seorang elite partai golkar yang memintanya utk meminta maaf. doh!
Henrikus TY Dewanto, SKom Reply:
July 22nd, 2009 at 8:01 am
@sawali tuhusetya, banyak koq pak bs kita cari di internet transkrip pidato SBY. Di situ bisa kita cermati. Percuma aja mrk membantah, toh rakyat di bawah udah pada panas pro dan kontra. Udah gt SBY bilang jgn dipolitisasi, loh sebenarnya siapa dulu yg mempolitiasasi?? jd bingung saya. Sudahlah, udah 60% rakyat mendukung, kerjalah ga perlu repot dg pencitraan terus..
Presiden salah langkah …kalau udah kejadian begini jadi ramai..teroris terlupakan ..jubir bingung membantahnya..
aq bayangkan gimana situasi di dlm kepresidennya..kalau udah ngasih kertas p.presiden udah baca…walah..kok malah di cerca banyak org
Henrikus TY Dewanto, SKom Reply:
July 24th, 2009 at 7:43 am
@Diah, betul sekali, knp justru malah makin memanaskan suasana…
akhirnya… bisa berkomen disini. oh ya..kemarin2 saya mencoba ngomeng kok eror terus.. ya.. ?
yah.. seharusnya pak presiden tidak kesusu bilang begitu.. biar gak tambah panas negeri ini.. sudah dipanasi mercon gede.. eee.. masih ditambahi lagi panasnya sama pak presiden.. takutnya ntar malah gosong negeri tercinta ini..
Henrikus TY Dewanto, SKom Reply:
July 24th, 2009 at 7:46 am
@kucrit, wah sori ya kalo sempet error. Bener, tp sampai saat ini beliau ttp tdk merasa lho. malah nyalahin media masa yg melintir berita. sangat mengecewakan sama saja dg yg lain.. ya sudah lanjutkan saja saya ga ikut2 hehehe
pernyataan SBY memang kelihatan emosional ya waktu itu, tp begitulah, sudah kadung terjadi, presiden juga manusia, hehe