Polisi dan KPK Bermusuhan, Siapa Yang Senang?
KPK sejak di bentuknya, makin menunjukkan kerja yang nyata. Paling tidak di mata masyarakat awam kerja KPK sangatlah bagus. Apalagi dibandingkan dengan 2 aparat hukum lainnya, yaitu Polisi dan Jaksa. Dua aparat hukum terakhir, paling tidak menurut pengalaman saya pribadi, kurang maksimal dalam bekerja dan justru merupakan salah satu sarang korupsi terbesar. Memang saat ini mereka telah berusaha keras untuk memperbaiki diri.
Korupsi merupakan permasalahan terbesar bangsa ini, sehingga menyebabkan pembangunan Indonesia hanya kelihatan di kulitnya saja. Dan Indonesia tetap menjadi bangsa yang berkembang (kalau tidak mau disebut bangsa miskin), meski sebenarnya bangsa kita sangat kaya. Kalau tidak kaya, mana mungkin Belanda mau bercokol di sini 3,5 abad?
Rakyat kebanyakan sebenarnya muak dengan para koruptor. Tapi sistem di sini, membuat orang yang benci koruptor pun, bila masuk ke sistem bisa menjadi koruptor juga. Nah loh? Makanya pengawasan adalah faktor kunci, selama kesadaran masih belum menjadi budaya bangsa ini. Namun pengawas selama ini tidak kebal suap. Sehingga sangat wajar jika kita sangat berharap pada KPK. Apalagi dari tahun ke tahun kinerja KPK termasuk sangat bagus. Dan saya berharap KPK segera bisa melebarkan sayap hingga ke kabupaten dan desa.
Namun, para koruptor yang telah menguasai segala sumber daya sejak puluhan tahun, atau yang beruntung hanya beberapa tahun, tentu tidak tinggal diam. Dari faktor terancam maupun dendam bagi yang sudah masuk bui, mereka menebarkan dan mengobarkan perang terhadap KPK. Karena KPK sangat tidak mudah berdamai dengan mereka.
Dengan menguasai uang, para koruptor bisa menguasai apapun. Bisa masuk ke dalam apapun. Sehingga mereka bisa mendesain sesuatu yang bisa digunakan untuk menghancurkan KPK. Teori konspirasi sepertinya masih kuat tercium di sini. Sehingga Polisi harus berhadapan dengan KPK. Ditambah lagi DPR, yang anggotanya banyak yang harus berurusan dengan KPK, juga mengancam dari balik gedung parlemen.
KPK memang tetaplah manusia, bisa juga terjebak untuk melakukan kesalahan. Tetapi saya saat ini masih yakin, di dalam KPK masih ada seperti kebanyakan bangsa ini, yang muak akan koruptor. Dan dukungan masyarakat sangat di perlukan, agar KPK tetap ada dan terus ada. Sebagai garda terdepan dalam melawan korupsi. Jangan biarkan mereka yang menang dalam pertempuran ini. Atau Indonesia akan segera tamat..

















ya mudah2an aja pengusutan kasus tidak didasarkan atas balas dendam, tapi ada bagusnya juga sih, saling membuka kedok, masyarakat jadi tahu karena sama2 keliatan busuknya
jangan2 bos KPK dijebak hehehe (hanya prasangka)
aduh kapan negara ini mau aman ya…
waduh g seharusnya nih mereka saling bermusuhan, mereka berdua adalah dua sisi mata uang yang berbeda sehingga harus disatukan untuk menjadikannya berharga…