Rasa Itu Masih Ada

Menjelang siang, hari minggu yang cerah, di mana orang kebanyakan sedang menghabiskan waktu untuk beristirahat di rumah, aku berangkat ke kantor. Bukan kantor tempatku bekerja yang biasanya, tetapi kantorku sendiri, yang hanya bisa aku kunjungi setiap hari sabtu dan minggu atau waktu pulang kerja. Bukan kantor yang besar, hanya sebuah ruko, yang melayani penjualan tiket pesawat dan beberapa bisnis yang ku kelola bersama seorang teman.

Waktu hampir menunjukkan pukul 11 siang, matahari di kota Malang tidaklah terik. Bulan Juli-Agustus adalah hari-hari yang dingin di kota Malang. Seperti ikut mengungkapkan selamat datang, kepada para pendatang-pendatang baru yang akan menempuh kuliahnya di kota ini.

Aku pun membuka pintu depan, wah rupanya sudah ada pelanggan, yang sedang dilayani oleh rekanku. Seorang wanita berbaju merah dan berpenampilan modis. Wanita itu menoleh ketika aku masuk. Kita bertatapan mata beberapa detik, aku pun tersenyum menyambutnya.

Namun, ingatan 9 tahun lalu berlarian di benakku. Betulkan dia? Seorang yang pernah hadir di hatiku. Yang pernah melewatkan hari-hari bersama selama beberapa masa. Tidak salah lagi, itu rupanya yang membuat dia terus menatapku hingga aku hilang di balik pintu ruanganan dalam.

Setelah menyiapkan hati, aku pun keluar. Dan sepertinya kuduga, wanita tersebut benar adalah dia. Kita pun ngobrol mengenang masa lalu, saat dia skripsi dan jadi pelanggan rental komputer yang aku miliki waktu itu. Saat dia sering sampai malam dan pulang pun harus ku anter hingga kontrakan dia. Hingga keakraban kami waktu itu berlanjut terus hingga kita sering jalan bareng.

Sayang memang hubungan kami waktu itu harus terbentur pada perbedaan keyakinan yang memang tidak kuasa kami hadapi. Kami pun terpaksa harus mundur teratur sebelum rasa itu makin besar di antara kami.

Setelah 9 tahun berlalu sudah banyak perubahan di antara kami, dia telah menikah, aku pun juga. Namun rasa ini ternyata tidak bisa berbohong. Pun binar matanya sepertinya menyiratkan makna yang sama. Ternyata waktu yang telah kami lalui walau tidak lama, sangat menancap di dalam hati kami.

 

Share and Enjoy: These icons link to social bookmarking sites where readers can share and discover new web pages.
  • Digg
  • Sphinn
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Mixx
  • Google

Baca Juga

10 Responses to “Rasa Itu Masih Ada”

  1. CLBK ni yeee… sama ni kayak saya kalo ketemu cw idaman pas jaman sekolah :-D

  2. CLBK nih yeeee? :D

  3. mbrebes mili diriku bacanya

  4. Ehm ehm.., I know I know !!

  5. ce ile…. … ketemuan nih ye… CLBK kah?.. hahahaha..

  6. hem..hem…nggak kuat */twingk2X\*

  7. Wedew, gitu ya hmmm

  8. cukup membaca posting di atas untuk mewakili kenyataan bahwa bagi saya RASA ITU MEMANG MASIH ada..

  9. Thanks gan informasinya, salam kenal ya..

  10. hampir sama
    hanya beda permasalahannya

Leave a Reply